Thursday, May 28, 2020

Kehamilan Ke-Lima Inda

Alhamdulillah Alloh SWT memberi inda kesempatan untuk hamil yang ke-5 kalinya di pertengahan tahun 2019. Meskipun disertai dengan 2 kali keguguran, yaitu keguguran spontan di kehamilan ke-2 dan keguguran dengan kuret di kehamilan ke-4 (tulisan pengalaman inda ini bisa dibaca di Kehilangan Untuk Kedua Kalinya. Alhamdulillah pula Alloh sudah kasih kesempatan inda untuk melahirkan normal 2x dengan proses normal per vaginam yang berbeda-beda. Semuanya inda syukuri sebagai pengalaman berharga yang tak terlupakan. Cerita persalinan Ayyash bisa baca di ayyash birth story

Di kehamilan ke-5 ini ada banyak kekhawatiran tersendiri, khususnya berkaitan faktor U juga. Tapi inda meyakini, Alloh menciptakan wanita dilengkapi dengan rahim, tentunya Alloh telah menyiapkan seorang wanita bisa melahirkan melalui jalan lahirnya pula. Maka faktor U bukanlah penghambat, dan tak ada jalan lain selain mulai memberdayakan diri, bukan hamil yang sekedar hamil, mengikuti maunya tubuh yang inginnya lemas terus terusan. Tetapi berupaya menggerakkan hati, pikiran dan juga raga untuk menyiapkan sebuah persalinan yang nyaman.

Keluhan di awal hamil pun cukup berbeda dengan kehamilan sebelumnya, dimana di bulan ke-2 - 3 kehamilan, inda sempat mengalami nyeri kepala di belakang telinga kanan yang saat nyeri datang sakitnya luar biasa, sampai nggak bisa bangun dari tempat tidur dan mengharuskan bedrest total hampir semingguan. Dan saat inda periksakan hanya diberi obat pengurang rasa nyeri (Panadol Biru). Makan pun tak enak, rasa mual yang membelenggu, hingga bulan ke 5 baru bisa mulai menikmati makan dengan enak.

Di bulan September 2019 inda dan ayah sempat mengikuti Gentle Birth Balance Workshop yang diselenggarakan oleh Bidan Yesie Aprillia dan Bidan Erie Marjoko, duo bidan kece yang selalu menebarkan energi positif, sebagai ikhtiar kami supaya kami bisa menjalankan kehamilan ini dengan support system yang baik, kehamilan yang sehat dan penuh kesadaran, serta mempersiapkan sebuah proses persalinan alami yang nyaman dengan tenang.
Duo bidan kece 😊

Bersama Budhe Yesie

Bersama Budhe Erie setelah ws selesai
yang ditutup dengan relaksasi yang
enak banget 😴😉



Peserta Workshop Gentle Birth Balance di Jakarta

Saat kehamilan ke-3 (saat hamil Ayyash) kami pernah juga mengikuti Workshop (WS) ini di Depok, tapi WS kali ini semakin lengkap dan banyak praktek, bahkan ada kelas online sebelum WS berlangsung. Paket komplit deh ya.. Setelah mengikuti workshop, semakin menguatkan niat untuk memberdayakan diri lagi, mempersiapkan pikiran, jiwa, raga dan spiritual.

Memasuki usia kehamilan 20minggu, inda mulai mengikuti kelas Prenatal Gentle Yoga di klinik Bidan Erie Marjoko di Citayam. Biasanya saat yoga dimulai kita diajak untuk berkomunikasi kepada janin, berterima kasih kepada organ-organ tubuh, dengan kata lain bersyukur atas semua kondisi selama hamil. Pernah lho di kelas, saking dibawa ke alam bawah sadar yang nyaman banget, saat berkomunikasi dengan janin, inda sampai bleweran air mata sambil nahan pecah nangis. Mudah-mudahan sih nggak ada yang denger isakan inda ya 😁 Intinya inda terharu sekaligus bersyukur banget, karena masih dikasih kesempatan untuk hamil setelah pernah merasakan 2 kali keguguran 😇 Dan di akhir sesi kita diajak relaksasi mendalam yang enak dan nyaman banget, kadang sampai ketiduran beberapa menit. Bahkan Ayyash pun pernah sekali sampai ikut ketiduran puleees banget.



Setelah selesai yoga sekalian akan diperiksa kondisi kehamilannya. Kenapa harus jauh-jauh ke bidan dan di Citayam pula yang jauh dari rumah? Nah ini pertanyaan yang sering banget inda alami. Budhe Erie saat memeriksa selalu memulai dengan Basmallah dan menyapa janin dengan salam, kemudian mengajak ngobrol janin. Energi positifnya sangat terasa, penuh cinta sehingga terasa click atau connect dengan janin. Berkomunikasi dengannya pun hangat, lembut dan adem banget, penuh cinta deh pokoknya 😍. Selain itu juga pemilihan kata-kata yang disampaikan ke kita, selalu menggunakan kalimat yang positif, tidak membuat kita khawatir berlebihan, tidak pula menakut-nakuti. Kita pun menjadi lebih tenang dan percaya diri untuk semangat berikhtiar. Bersyukur sekali bisa mengenal budhe Erie, sosok yg penuh dengan energi positif dan sepulangnya dari klinik, energi positif itu bisa terasa sekali meresap sampai ke hati 💓 dan membuat feel good pastinya. We love you budhe 😍

Selain mengikuti kelas, inda pun membiasakan diri untuk melakukan Yoga di rumah. Selain dari yang didapat di kelas, inda juga melihat panduannya di channel Youtube Bidan Kita. Sampai akhirnya hapal gerakan yang perlu dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi diri sendiri. Minimal 30-45 menit setiap harinya. Kadang di pagi hari, kadang juga di sore hari. Inda pun merasakan banyak sekali manfaat dari yoga ini, salah satunya nggak ada lagi cerita kaki kram saat bangun tidur. Ataupun nggak ada lagi drama kaki yang bengkak. Ya itu karena inda membiasakan gerak alias olahraga.

Masuk ke 7 bulan usia kehamilan, inda pun bertekad merutinkan renang 🏊 seminggu sekali minimal 30-45menit. Inda nggak jago banget renang, cuma bisa gaya katak ala-ala dan ngapung bisa maju 😅.. Tapi renang ini lumayan banget untuk melatih nafas, dan membuat seluruh tubuh bergerak. Jangan lupa lakukan pemanasan terlebih dahulu ya, baik sebelum turun ke air maupun di dalam air. Ini hal yang penting supaya terhindar dari cidera. Alhamdulillah kolam renang terdekat dari rumah di Marinir jadi tempat rutin yang inda sambangi di setiap sabtu atau minggu pagi.

Tim pendamping renang

Latihan nafas ini juga penting banget. Bukan cuma pas lagi renang saja, melainkan saat kapan pun kita bisa melatih nafas. Inda mengandalkan nafas perut, sambil sesekali mencoba juga teknis nafas lainnya. Tapi tetap nyaman dengan nafas perut. Silakan baca

latihan pernafasan di sini dan belajar tehnik nafas memperlancar persalinan. Inda juga pernah membagikan cerita via podcast tentang menguasai nafas di sini, pengalaman inda saat persalinan ke-2 yang bisa merasakan bedanya saat kita bisa menguasai nafas.

Masuk ke usia kehamilan 8 menjelang 9 bulan, inda merutinkan power walk. Meskipun sebelumnya jarang dilakukan karena terasa berat, tapi ketika dirutinkan menjadi hal yang biasa. Nah power walk ini bukan sekedar jalan pagi yang santai, tapi dengan sedikit kekuatan, jalan agak cepat. Hal ini bisa melancarkan peredaran darah dan merupakan olahraga yang murah meriah. Untuk mengetahui dengan lebih jelas, silakan baca manfaat jalan kaki dan jalan kaki biar sehat.

Selama hamil inda memeriksakan kehamilan di Puskesmas yang pemeriksaannya meliputi timbang BB, ukur tensi, memeriksa detak jantung janin, tinggi fundus, dan pemeriksaan darah (selama 2x, di pemeriksaan pertama dan di uk 34-35w). Dari pemeriksaan darah yang pertama, diketahui Hb inda dalam kondisi baik normal, tetapi di pemeriksaan ke-2 di bulan Februari Hb inda drop, dibawah standar minimal untuk ibu hamil. Alhasil inda disarankan menaikkan Hb. Ikhtiar yang inda lakukan adalah dengan mengkonsumsi jus bit sehari 1-2x. Ini pengalaman baru inda mencoba bit, yang diawal merasa nggak suka dengan aroma langunya. Tetapi setelah cari info membuat jus bit dengan mencampur dengan buah lainnya, seperti nanas, apel, wortel, lemon, maka inda pun bisa menikmati rasa bit ini.


Jus bit campur aneka buah, kadang nanas, apel, wortel, lemon, plus madu.

Selain memeriksakan kehamilan di Puskesmas, inda juga memeriksakan kehamilan di klinik Bidan Budhe Erie. Nah kalau di budhe, bila ada keluhan, budhe akan memberi PR dengan melakukan gerakan yoga sesuai keluhan yang dirasakan. Yang selalu inda ingat adalah "balancing pose". Ya, menjaga keseimbangan memang merupakan hal penting, terutama untuk menjaga supaya posisi janin optimal. Kita pun harus memperhatikan postur tubuh kita saat duduk maupun berdiri. Jangan sampai menginginkan posisi janin optimal, tapi postur tubuh saat duduk maupun berdiri masih sembarangan, duduk menyender malas, berdiri dengan bertumpu pada salah satu sisi tubuh. Coba cek lagi yuk postur tubuhnya saat duduk atau berdiri.

Memberdayakan diri lainnya adalah mau meluangkan waktu untuk membaca, bisa dari buku, ataupun medsos dan website. Seperti yang rutin inda lakukan tiap malam, scrolling IGnya Bidan Kita yang penuh informasi yang bermanfaat banget mengenai Gentle Birth. Kita perlu lho mengetahui proses kehamilan dan persalinan itu bagaimana dan seperti apa. Knowledge is power. Jadi bekali diri dengan ilmu dan pengetahuan. Yuk baca, kamu sudah baca apa saja?

Berhubung pemeriksaan kehamilan di Puskesmas dengan BPJS sudah tidak ada lagi rujukan untuk pemeriksaan USG (kecuali bagi pasien yang memang butuh pemeriksaan lebih detail), maka inda mengikuti saran Budhe Erie untuk skrining kehamilan (USG). Awalnya inda mau skrining dengan dr. Azen di klinik BSD, tetapi setelah menelpon rupanya dr. Azen sudah tidak praktek di sana. Akhirnya mendapat rekomendasi dari budhe Erie untuk skrining dengan dr. R.M Denny Dhanardono,MPH&TM, SpOG(K) di RSIA Budhi Jaya, Tebet. Alhamdulillah hasilnya semua baik. Budhe menyarankan 2x lagi cek USG supaya lebih mengetahui kondisi detail janin.

Pemeriksaan USG berikutnya inda mencoba di Klinik Halo Bayi Cilandak yang kebetulan dekat dengan rumah, yaitu di Klinik Utama Aji Waras dengan dr. Dedy di usia kehamilan 35w. Indeks ketuban 15, dan taksiran BB janin 3,054 kg, kondisinya yang baik menenangkan inda, dan saat itu sudah tidak memungkinkan USG 3D karena ukurannya sudah besar, dan kebetulan posisi mukanya agak nempel dengan kepala agak sedikit dongak, dan inda disarankan untuk sering melakukan gerakan sujud yang agak lama.

USG selanjutnya saat sudah memasuki aterm, dan kami kembali ke dr. Dedy di uk 37-38w. Dan yang menakjubkan adalah dalam waktu 2 mingguan, BB janin sudah 3,557 kg, yang artinya dalam 2 minggu naik 500 gr 😮😏. Alhasil diingatkan untuk mengatur makanan, jangan makan yang manis-manis. Asli ini sempat bikin khawatir juga. Muncul kekhawatiran, gimana kalau sampai lebih dari 4 kg 😐. Beneran, jadi ga berani makan kurma atau minum madu lagi. hahaha atur pola makan dan beneran diet yang manis-manis. Sambil berharap semoga adek cepat lahir.

Kabar baiknya, sewaktu ikut yoga dan cek di usia kehamilan 37w6d, kebetulan saat itu budhe Erie sedang keluar kota, inda dicek oleh Mbak Ririn, kepala janin sudah masuk panggul dan sudah ngunci. Untuk kehamilan ke-2 dan seterusnya, biasanya seringkali kepala masuk panggul beberapa jam sebelum proses persalinan dimulai atau bahkan ketika proses bersalinan sedang berlangsung. Nah kabar baik ini semakin melegakan ketika mengetahui posisi janin sesuai dengan yang inda harapkan, optimal LOA, dengan punggung di sebelah kiri, Alhamdulillah.

Berhubung Senna dan Ayyash lahir maju dari HPL, maka inda sempat Percaya Diri, berharap si adek lahir juga di minggu 38-39. Nyatanya lewat dari 39 minggu, masih anteng aja belum ada tanda-tandanya. Berusaha tetap sabar dan tenang menantikan tanda-tanda tanpa mengendurkan ikhtiar. Yakin, bahwa adik akan lahir di waktu yang tepat.

Dengan mengetahui kondisi janin yang semuanya baik, bukan berarti lantas inda menunggu persalinan dengan santai-santai. Apalagi sudah memasuki pandemi Covid-19. Rasa was-was selalu ada. Tapi kembali yakin, menyerahkan segalanya pada Alloh SWT berharap selalu dalam lindungan-Nya sehingga bisa menjalani proses persalinan dengan baik.

---

Tulisan ini adalah sebuah catatan bagi inda pribadi untuk mengapresiasi diri yang sudah mau melawan rasa malas. Jadi, benang merahnya adalah memberdayakan diri selama hamil itu penting supaya kita bisa menyiapkan persalinan yang indah dan minim trauma. Karena sejatinya pengasuhan itu dimulai sejak janin di dalam rahim, maka yuk para bumil semangat untuk memberdayakan diri ya. Dan ocehan inda via podcast tentang memberdayakan diri selama hamil ini bisa didengarkan di sini ya. Semangaaaat 💪😇

Friday, May 15, 2020

Mentorship Minggu ke-2 : Assess Skill Level

Bunda Cekatan #1, Jurnal Minggu 2
Tahap Kupu - Kupu
Kena Satya Saputri


Memasuki Mentorship Minggu ke-2, saatnya kita menilai keahlian.

Keahlian yang ingin inda tambahkan pada Mentorship ini adalah tentang babywearing alias pergendongan. Hal ini merupakan perluasan dari mind map, dimana pada mind map inda memiliki fokus pada memberdayakan diri, khususnya mempersiapkan persalinan normal alami yang nyaman, mudah, cepat dan nyaman, juga setelah bayi lahir, seperti perawatan bayi baru lahir, ASI eksklusif, MPASI dan juga babywearing.

Namun setelah inda buka kembali mindmap  yang inda setorkan di jurnal tahap ulat-ulat tersebut, baru menyadari babywearing tidak tercantum. Baiklah, berarti tema Mentorship yang inda pilih merupakan perluasan dari Mind map yang disesuaikan dengan kondisi inda saat ini, yaitu di fase setelah persalinan. Hal ini masih berkaitan dan sesuai dengan benang merah dalam mind map inda yaitu memberdayakan diri.



Apakah inda baru memulai skill ini?
Meskipun ini adalah anak ke-3, tapi di anak pertama dan ke-2 inda belum mengenal tentang babywearing

Pernahkah melakukan skill ini sebelumnya?
Saat anak pertama dan ke-2 inda gendong sekedar gendong seperti yang sebelum-sebelumnya diajarkan orangtua dulu. Termasuk dengan mematuhi kalau gendong bayi jangan dipekeh (mengangkangkan kaki bayi). Kemudian juga jangan sering-sering digendong supaya nggak bau tangan.
Nah, Setelah kelahiran anak ke-2 mulai denger istilah babywearing tapi belum mempelajari secara detail. 

Apakah ingin mempelajari teknik baru atau meningkatkan ketrampilan khusus?
Ya. Barulah di kehamilan anak ke-3 inilah inda mulai sedikit demi sedikit mempelajari ilmu pergendongan (babywearing) ini. Awalnya dengan mengikuti FB grup, tapi tidak aktif, karena jarang sekali buka FB.

Kemudian di kelas Bunda Cekatan, saat potluck-an, inda sempat melihat potluck dari mbak Harnum Annisa dari IP TangSel (yang sekarang jadi mentor inda, Alhamdulillah) tentang Basic Babywearing . Dan saat mencari keluarga dengan makanan yang sama, inda bergabung di keluarga lainnya (Unique Family) yang dikepalai oleh Mbak Asri dari IP Surabaya, yang sempat sharing tentang Basic Babywearing di grup keluarga.

Nah supaya lebih paham teknik menggendong beserta pakem-pakemnya, apa dan bagaimana, sekaligus untuk meningkatkan ketrampilan ini maka inda memutuskan untuk mentoring di bidang babywearing ini, dan harus banyak praktek supaya bisa mengedukasi orang lain.

Apa tantangan terbesar yang dihadapi sejauh ini?
Ketika pertama kali mencoba menggendong dengan cara M-Shape, inda mendapat komentar dari yangti, yang mengomentari jangan gendong begitu (pekeh), masih kecil.

Dan komentar ini seringkali memang akan dihadapi oleh para mama yang menggendong dengan cara M-Shape. Jadi, tantangannya adalah perlunya memahami tekhnik pergendongan supaya inda juga bisa mengedukasi orang lain bahwa ini bukan membahayakan, melainkan mengikuti posisi alami bayi dan ada syarat yang harus dipenuhi dan diperhatikan saat kita menggendong bayi. Karena manfaat dari menggendong bayi itu salah satunya bisa meningkatkan bonding ibu dan anak.

Bagaimana tingkat keahlian inda sendiri?
Jadi, untuk Babywearing ini bisa dibilang keahlian inda masih berada di level dasar. Dan akan diperlukan lebih banyak praktek untuk menambah keahlian. Dan selama mentorship di pekan ke2 ini mulai dari gendong menggunakan (kain) jarik dengan menggunakan simpul jangkar (slipknot), dan rencananya akan dilanjutkan dengan jenis strachy wrap, sesuai dengan gendongan yang inda punya, yang diawal sudah ditanyakan oleh mentor.

Bagaimana rasanya bertemu dengan mentor melalui obrolan video?
Obrolan kali ini dengan saling berkirim video dengan mentor, inda mengirimkan video saat inda mempraktekkan mulai dari membuat simpul jangkar pada jarik dimana inda sempat kebingungan, lalu memasukkan bayi ke dalam gendongan sampai merapihkan gendongan supaya bayi merasa nyaman dan gendongannya pun aman.
Rasanya bertemu mentor via video ? S e r u u u u u .... 😀 karena setiap bikin video anak-anak ingin ikutan masuk dalam frame video, jadi bikin senyum-senyum lihatnya..

Semangat belajar dan praktek, semoga dimudahkan dalam mentoring ini.

Jangan lupa bahagia 😍

Friday, May 8, 2020

Minggu 1 - Mencari Mentor

Bunda Cekatan #1, Jurnal Minggu 1
Tahap Kupu - Kupu
Kena Satya Saputri


Setelah melalui tahap puasa kepompong selama 30 hari, Alhamdulillah inda bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu Kupu- Kupu. Sebagai Kupu-Kupu muda, kali ini kita akan memulai program Mentorship, dimana kita akan berlatih menjadi mentor di bidang yang kita bisa dan kuasai, sekaligus juga menjadi mentee di bidang yang ingin kita pelajari lebih lanjut. Tantangannya semakin bikin dag dig dug.

Inda mengumpulkan keberanian untuk menjadi mentor, dan kembali membuka mind map untuk mencari bidang yang ingin inda pelajari sebagai mentee. Akhirnya inda memutuskan untuk menjadi mentee di bidang babywearing alias pergendongan sesuai dengan kebutuhan inda saat ini yang baru saja melahirkan anak ke-3 sebulan yang lalu. Dan setelah beberapa hari mengumpulkan keberanian, akhirnya memberanikan diri mendaftar sebagai mentor di bidang memberdayakan diri saat hamil untuk mempersiapkan persalinan normal alami.

Latar belakang inda bukan dari kesehatan, dan bukan pula sebagai ahlinya. Tapi inda bermaksud untuk berbagi pengalaman dari 3 kali proses persalinan yang pernah inda alami. Karena inda bisa merasakan perbedaan proses persalinan dengan memberdayakan diri selama kehamilan yang progresnya bisa terbilang cepat dalam proses persalinannya.

Proses mencari mentor pun Alhamdulillah berjalan lancar. Sebelumnya inda pernah melihat potluck yang pernah beliau sajikan di tahap sebelumnya tentang BabywearingKebetulan beliau juga seorang Babywearing Educator dari School of Babywearing UK. Saat lihat profilnya pertama kali, inda masih belum langsung memutuskan. Baru keesokan harinya memberanikan diri, sambil dag dig dug kira-kira beliau masih menerima mentee atau tidak. Bismillah ketika inda menanyakan, responnya cepat, dan bersedia menjadi mentor inda. Terima kasih banyak ya Mbak Harnum Annisa P, dari IP Tangsel, yang sudah menerima saya sebagai mentee 😇.

Diskusi dengan mentor pada minggu 1 ini seputar perkenalan antara mentor - mentee, menentukan jam online untuk berdiskusi sambil mulai diskusi awal mengenai pergendongan dengan jarik.

Lalu sebagai mentor, sampai sore ini, Jum'at, 8 Mei 2020, inda belum mendapatkan mentee. Mungkin karena kelamaan mengumpulkan keberanian untuk mendaftar sebagai mentor juga ya. Dan inda pun belum menemukan di daftar mentee yang memiliki kebutuhan belajar di bidang yang ingin inda bagikan ini. Asli ini bagian yang cukup sulit. Tapi Bismillah mudah-mudahan proses belajar mentorship ini bisa berjalan lancar hingga 8 minggu ke depan.

Semangaaaattt yuk 💪✊

Saturday, April 25, 2020

Jurnal Puasa Pekan 4

Bunda Cekatan #1, Jurnal Pekan 4
Tahap Kepompong
Kena Satya Saputri


Puasa pekan 4 berlangsung mulai Minggu 19 April hingga Rabu 22 April 2020. Puasa yang inda jalankan terutama masih puasa menahan marah, ditambah dengan puasa menunda pekerjaan. Untuk menahan amarah ada sedikit berkurang (peningkatan ke arah yang lebih baik). Namun untuk puasa menunda pekerjaan, hal ini masih berkejaran dengan luangnya waktu karena masih bergantung dengan waktu tidur bayi, yang masih belum menentu, bisa sewaktu-waktu bangun, dan harus menyusui segera. Sehingga manajemen waktu untuk pekerjaan rumah dengan masa adanya bayi ini masih perlu diasah lagi. Semoga inda bisa meneruskan puasa ini sehingga semua pekerjaan rumah bisa tertangani dengan baik tanpa menunda pekerjaan.


Monday, April 20, 2020

Tantangan 30 Hari - Hari 28

Bunda Cekatan #1, Jurnal Hari 28
Tahap Kepompong
Kena Satya Saputri
Senin, 20 April 2020


Tantangan 30 hari dalam rangka memberdayakan diri setelah persalinan.
Hari 28 : 
1. Menjaga emosi (dengan tidak marah-marah) ✔ 2 (dari nilai maksimal 3 (tanpa marah))
2. Adaptasi waktu dengan adanya bayi baru lahir 
    - membiasakan waktu mandi pagi sebelum bayi lahir,❌0
    - makan saat bayi tidur,✅ 1
    - menemani kakak belajar dan main ✅ 1
3. Perawatan bayi baru lahir
    - memandikan bayi,✅ 1
    - mengganti pakaian/popok,✅ 1
    - merawat tali pusat setelah puput, hasilnya tali pusat bayi sudah kering. untuk penilaian poin ini akan diganti dengan tambahan hal pekerjaan domestik rumah di poin 6.
    - menjemur bayi di pagi hari selama 10-15 menit)✅ 1
4. Menyusui (ASI eksklusif) per 2 jam ✅ 1
5. Mengurus dan melayani suami❌0 (suami sedang dinas)
6. Pekerjaan domestik rumah ✅ 1
Total poin hari 28 = 9


Maka hasil penilaian untuk hari 28 : very good


Tantangan 30 Hari - Hari 27

Bunda Cekatan #1, Jurnal Hari 27
Tahap Kepompong
Kena Satya Saputri
Minggu, 19 April 2020


Tantangan 30 hari dalam rangka memberdayakan diri setelah persalinan.
Hari 27 : 
1. Menjaga emosi (dengan tidak marah-marah) ✅ 3 (dari nilai maksimal 3 (tanpa marah))
2. Adaptasi waktu dengan adanya bayi baru lahir 
    - membiasakan waktu mandi pagi sebelum bayi lahir,❌0
    - makan saat bayi tidur,✅ 1
    - menemani kakak belajar dan main ✅ 1
3. Perawatan bayi baru lahir
    - memandikan bayi,✅ 1
    - mengganti pakaian/popok,✅ 1
    - merawat tali pusat setelah puput, hasilnya tali pusat bayi sudah kering. untuk penilaian poin ini akan diganti dengan tambahan hal pekerjaan domestik rumah di poin 6.
    - menjemur bayi di pagi hari selama 10-15 menit)✅ 1
4. Menyusui (ASI eksklusif) per 2 jam ✅ 1
5. Mengurus dan melayani suami❌0 (suami sedang dinas)
6. Pekerjaan domestik rumah ✅ 1
Total poin hari 27 = 10




Maka hasil penilaian untuk hari 27 : excellent


Saturday, April 18, 2020

Jurnal Puasa Pekan 3

Bunda Cekatan #1, Jurnal Pekan 3
Tahap Kepompong
Kena Satya Saputri


Puasa Pekan 3, 9 - 15 April 2020. Inda masih meneruskan puasa menahan amarah. Karena di pekan ke-2 badge yang inda miliki masih didominasi oleh badge merah (need improvement) 😕😅

Masa adaptasi setelah persalinan dengan kondisi sekarang memiliki anak 3, ditambah dengan kondisi pandemi yang menyebabkan si sulung harus belajar di rumah sekitar sebulan yang mungkin ada rasa jenuh sehingga mengerjakan tugasnya makan waktu yang cukup lama. Dan rupanya hal ini membuat emosi yang tidak stabil sehingga seringkali inda menjadi bersumbu pendek, alias gampang sekali marah. Padahal tantangan terbesar selama mendampingi si sulung belajar adalah menjaga semangatnya dalam belajar baik itu dalam rangka mengalahkan rasa jenuhnya, maupun godaan yang membuat konsentrasinya mudah sekali buyar seperti misalnya TV, atau adiknya yang minta main bersama ataupun godaan untuk ngemil 😄.

Ada sedikit peningkatan dari badge yang di pekan 2 didominasi warna merah, di pekan 3 naik setingkat didominasi badge  biru (satisfactory). Dan badge kuning (very good) bisa inda dapatkan di akhir pekan, dimana si sulung libur dengan tugas sekolahnya, sehingga tingkat marah-marah inda sedikit berkurang 😁.

Harus ada peningkatan lagi di pekan berikutnya. Dan inda memutuskan untuk di pekan 4 masih meneruskan puasa menahan amarah serta ditambah puasa menunda pekerjaan. Semoga puasa pekan 4 bisa maksimal lagi dalam pelaksanaannya.