Showing posts with label Cemilan. Show all posts
Showing posts with label Cemilan. Show all posts

Thursday, November 30, 2017

Komunikasi Non Verbal

Komunikasi non verbal tanpa kita sadari juga berperan dalam berkomunikasi kita. Yuk kenali lebih jauh dengan komunikasi non verbal ini.
Tulisan ini disalin dari Grup WhatsApp Bunsay#3_Jakarta pada Rabu, 22 November 2017, yang disampaikan oleh fasilitator Mbak Arie Rahmah.

🍧 Cemilan 3 Komunikasi Produktif πŸ§
Rabu, 22 November 2017


πŸŽ‚ Komunikasi Non Verbal

Yuk, ingat kembali kaidah komunikasi, 7-38-55. Dalam kaidah tersebut disampaikan bahwa komunikasi verbal berperan 7%, sedangkan sisanya adalah faktor komunikasi non verbal, diantara ada intonasi suara dan bahasa tubuh.
Yuk, supaya lebih maksimal, mari berkenalan lebih jauh dengan komunikasi non verbal.

Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang menggunakan isyarat bukan kata-kata. Menurut Larry A. Samovar dan Richard E.Porter, komunikasi non verbal mencakup semua rangsangan (kecuali rangsangan verbal) dalam suatu setting komunikasi, yang dihasilkan oleh individu dan penggunaan lingkungan oleh individu. Rangsangan ini mempunyai nilai pesan potensial bagi pengirim atau penerima.
Bagaimana dengan bahasa isyarat? Para komunikasi sepakat bahwa Bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap komunikasi non verbal, karena menggunakan kata.
Komunikasi non verbal lebih kepada cara menyatakan apa yang dipikirkan dan dirasa seseorang .

🍭 Fungsi komunikasi non verbal 
1⃣ Repetisi , yakni mengulangi perilaku verbal.
Misalnya mengangguk saat mengatakan “ya”, menggeleng saat mengatakan “tidak”.
2⃣ Subtitusi , yakni menggantikan perilaku verbal.
Misalnya melambaikan tangan sebagai bentuk “memanggil”, mengacungkan ibu jari sebagai bentuk pernyataan setuju.
3⃣ Kontradiksi , yakni menunjukan pertentangan saat menyampaikan pesan.
Misalnya, menyilangkan jari saat berkata bohong.
4⃣ Aksentuasi , yakni penguatan terhadap komunikasi verbal yang disampaikan.
Misalnya penekanan suara, intonasi, gerakan tangan, senyum, dan sebagainya.
5⃣ Komplemen , yakni melengkapi perilaku verbal dengan menggunakan kode-kode.
Misalnya menjelang sesi berakhir, para peserta seminar sudah mulai berkemas-kemas, bolak-balik melihat jam, dan hal ini membuat panitia segera menutup acara.

🍭 Lalu, apa saja yang termasuk dalam komunikasi non verbal?

Berikut beberapa hal yang berkaitan dengan komunikasi non verbal, diantaranya adalah :

πŸ™… Kinesik yakni hal-hal yang berkaitan dengan gerakan tubuh, diantaranya adalah : gerakan kepala, kontak mata, ekspresi wajah, gerakan tangan.
Misalnya adalah gerakan mencondongkan badan saat sedang berbicara, kepala mengangguk saat mendengarkan, dan lain sebagainya.

🏑 Proksemik , yakni studi mengenai penggunaan
ruang dan jarak dalam komunikasi manusia. Hal ini berkaitan dengan suasana ruangan, posisi furniture, suasana lingkungan, dan jarak saat berkomunikasi.
Misalnya saat berbicara dengan sosok yang sudah kenal dekat (anak, suami, orangtua) jaraknya sangat dekat, bahkan intim. Berbeda saat berkomunikasi dengan sosok yang baru dikenal atau yang di hormati, biasanya lebih menjaga jarak, untuk menjaga ruang pribadi.
Contoh lainnya, saat berbincang santai dengan keluarga maka ruang keluarga menjadi pilihan, karena suasana yang nyaman. Namun bila ada hal serius yang ingin disampaikan kepada anggota keluarga, maka ruang tamu atau meja makan menjadi pilihan, karena lebih terkesan serius.

⏰ Kronemik , berkaitan dengan waktu saat berkomunikasi, termasuk di dalamnya adalah perspektif masa lalu dan masa depan.
Misalnya saat berkomunikasi dengan seseorang yang hanya memiliki waktu singkat, maka biasanya kita akan cenderung berbicara lebih cepat dan padat.

πŸŽ™ Paralinguistik ,berkaitan dengan bagaimana cara seseorang menyampaikan sesuatu, hal ini berkaitan dengan pitch, volume, kecepatan suara, kualitas suara.
Misalnya, saat menyampaikan sesuatu dengan cepat, maka kita bisa menangkap bahwa seseorang sedang terburu-buru, nada tinggi menandakan emosi yang sedang tinggi, dan sebagainya.

πŸ‘— Artifak , berkaitan dengan ornament yang diperlihatkan, hal ini membentuk citra saat melakukan komunikasi, seperti pakaian, kendaraan, rumah, gadget, dsb.
Misalnya dokter menggunakan pakaian putih saat berbincang dengan pasien. Penggunaan pakaian putih, memberi kesan Profesional baik bagi penyampai pesan ataupun penerima pesan.

πŸ–πŸ» Haptik , yakni sentuhan. Sentuhan bisa memberikan berbagai makna selama berinteraksi, diantaranya seperti professional-fungsional, sosial-sopan santun, persahabatan-kehangatan, dan cinta-intim.
Misalnya, memeluk adalah sebagai bentuk kehangatan dan cinta. Berjabat tangan/ menepuk pundak bisa menjadi salah satu isyarat profesional.

Yuk mengeksplorasi komunikasi non verbal untuk memperkaya komunikasi verbal.

Selamat mencoba!
I am responsible for my communication result
🌾 Tim Fasililtator Bunsay 3
---------------------
Referensi bacaan :
Artikel komunikasi non verbal
http://digilib.uinsby.ac.id/2198/5/Bab%202.pdf



Membangun Komunikasi Positif Orang Tua - Anak

Cemilan 1 ini materinya makjleb banget, karena fokus tantangan inda ini adalah berkomunikasi produktif dengan anak. Mari semangat mempraktekkan dalam keseharian kita.

Disalin dari Grup WhatsApp Bunsay#3_Jakarta pada Rabu, 8 November 2017, 07.56 WIB yang disampaikan oleh fasilitator Mbak Arie Rahmah.


πŸͺ Cemilan ke-1πŸͺ
Materi ke-1 Komunikasi Produktif
Rabu, 8 November 2017

πŸ‘¨‍πŸ‘¨‍πŸ‘§‍πŸ‘¦ Membangun Komunikasi Positif Orang Tua- Anak πŸ‘¨‍πŸ‘¨‍πŸ‘§‍πŸ‘¦
Komunikasi yang baik sangat penting dalam hubungan antara orangtua dan anak. Karena melalui komunikasi orangtua dapat membangun hubungan yang menyenangkan dan positif. Dalam penelitian terkini juga menyebutkan bahwa anak yang tumbuh dengan komunikasi positif dengan orangtua cenderung memiliki kepribadian, daya tahan terhadap stress dan _self esteem_ yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang memiliki hubungan dan komunikasi yang buruk dengan orangtua.

Kemampuan komunikasi dibutuhkan dalam hubungan orangtua dan anak, dimulai dari sejak dini hingga dewasa. Komunikasi yang baik adalah kunci dari hubungan yang saling menghargai dan terciptanya pribadi anak yang sehat serta terciptanya tumbuh kembang yang optimal.

Prinsip – prinsip dasar dalam mewujudkan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak :

▶ Tunjukkan Ketertarikan dan Perhatian
Berikan respon positif sebagai bentuk dari ketertarikan atau perhatian anda. Tujuannya adalah agar anak menyadari bahwa apa yang ia utarakan adalah penting bagi anda.
Anda bisa memberikan tanggapan dengan kata sederhana seperti contohnya ; ” Oohh gitu… ” atau ” iyaa…teruss? ” atau ” hmmm,_ _jadi seperti itu yaa… “ atau bisa juga dengan ungkapan perhatian non verbal seperti menganggukkan kepala atau tersenyum.

▶ Komunikasi non-verbal
Sikap tubuh juga bisa mencerminkan bahwa anda memperhatikan dan terbuka atas apa yang disampaikan anak. Usahakan posisi tubuh dalam kondisi condong ke anak bukan sebaliknya karena akan mencerminkan anda tidak tertarik, posisi tangan terbuka, hindari bersilang tangan dan menopang dagu karena bisa diartikan anda bosan mendengarkan anak. Komunikasi verbal dan non-verbal sama-sama penting, orangtua seringkali mengabaikan komunikasi non verbal sehingga anak bisa menangkap hal tersebut sebagai sinyal negatif seperti penolakan dan tidak dihargai.

▶ Orangtua sebagai orang yang dapat diandalkan
Tawarkan bantuan jika isi pembicaraan mengandung sesuatu yang menyulitkan anak, buat anak merasa bahwa kita sebagai orangtua ingin ikut terlibat. Anda juga dapat memberikan saran jika anak mengemukakan kesusahannya dalam kasus tertentu, mengingat kemampuan _problem solving_ anak yang masih terbatas. Namun, orangtua perlu ingat porsi yang cukup untuk menolong anak agar anak tetap dapat menyelesaikan masalahnya sendiri dan kemampuannya terus berkembang.
contohnya ;” apa yang bisa ibu bantu? “

▶ Terima perasaan anak
Amati perasaan anak dan terima dengan cara mengucapkan perasaan mereka. Kadang anak terjebak dengan masalah yang mereka hadapi sehingga tidak bisa mengkomunikasikan perasaan mereka.
Dengan kita mencoba memahami mereka, anak akan merasa bahwa orangtua mengerti dan menerima perasaan mereka. kata-kata yang bisa diucapkan seperti contohnya ;
” itu bikin kakak sedih yaa… ” atau ” iyaa ibu juga sebel ya kalo diperlakukan seperti itu…” atau ”iyaa ibu mengerti kakak marah… “

▶ Fokus orangtua hanya pada anak
Hindari aktivitas lain saat anak sedang berbicara dengan anak, misalnya sambil menonton TV atau mengangkat telepon dari orang lain. Jika orangtua kerap melalukan hal tersebut maka lama kelamaan anak akan merasa tidak dihargai dan membuat mereka enggan menyampaikan perasaan mereka ke orangtua.
Jika anda terjebak dalam kondisi pekerjaan yang penting sebaiknya anda meminta anak menunggu kemudian memberikan ia waktu eksklusif untuk bercerita dibandingkan anda memaksaan seperti “menyambi” bekerja dan mendengarkan, komunikasi yang baik akan sulit terbentuk dan memungkinkan timbul konflik lain.

Berdua selalu lebih baik
Selalu tawarkan waktu berdua untuk komunikasi yang lebih bersifat pribadi, kecuali jika memang ada pihak lain yang perlu masuk dalam pembicaraan tersebut. Namun pada dasarnya berbicara berdua dari hati ke hati dapat membangun komunikasi yang lebih efektif.

Kontak mata dan level yang sejajar
Kontak mata diperlukan untuk komunikasi yang baik salah satunya agar tercipta rasa saling percaya. Untuk itu usahakan orangtua selalu ada di satu level ketinggian saat bicara dengan anak. Posisi kepala yang sejajar atau satu level ini juga menunjukkan kepada anak bahwa komunikasi bersifat dua arah dan sama-sama memiliki kepentingan sehingga anak akan merasa lebih dihargai.


▶ Membuat anak malu di depan umum adalah Big No.. No!
Jangan mempermalukan anak dalam situasi tertentu misalnya saat anak melakukan kesalahan sebaiknya orangtua menunggu untuk mengkomunikasikan rasa kecewanya, memberikan hukuman rasa malu di depan umum bukan cara komunikasi yang baik.

Bicara dengan kepala dingin
Jika anda marah akan sesuatu pada anak, maka sebaiknya redakan dulu amarah anda baru komunikasikan kekecewaan anda. Berbicara saat marah akan menghilangkan objektifitas masalah dan bukan cara komunikasi yang baik. Dalam hal ini manusia dikendalikan oleh dua hal yaitu emosi dan logika, saat marah maka seseorang akan naik emosinya sehingga logika akan turun. Untuk itu, hindari komunikasi saat marah karena hanya akan berisi emosi dibandingkan logika.

Selamat menjalin komunikasi ya…⭐
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang Batch#3/

πŸ“šSumber bacaan:
Klik Psikolog. (19 Mei 2017). Membangun Komunikasi Positif Orang tua - Anak. Diperoleh 24 Oktober 2017, dari http://www.klikpsikolog.com/membangun-komunikasi-positif-orang-tua-anak/